Roko Elektrik (Vape) : Pengertian, Jenis, Prinsip Kerja dan Jenisnya

Pengertian dan Prinsip Kerja Vape

vaporizer

vaporizer

Rokok elektrik atau yang sering dikenal dengan Vape adalah alat yang dirancang sebagai alternatif rokok konvensional dengan menggunakan energi listrik untuk menghasilkan uap atau asap hasil pembakaran nikotin dan campuran zat kimia lainnya.

Prinsip kerja vape cukup sederhana yaitu dengan cara memanaskan cairan vape  dengan menggunakan energi listrik hingga menghasilkan uap atau asap yang dapat dihisap pada saluran atau corong keluaran uap.

Vape sendiri memiliki berbagai jenis, bentuk dan ukuran yang berbeda, namun terdapat tiga komponen utama yang terdapat pada vape, yaitu elemen pemanas, baterai, dan cairan (liquid).



Komponen yang terdapat pada Vape



1. Baterai


Baterai merupakan komponen yang paling penting dalam Vape yang berfungsi sebagai penyimpan energi listrik pada vape. Baterai yang terdapat pada Vape umumnya berjenis Lithium-ion yang dilengkapi dengan logic board untuk mengatur pengisian ulang baterai dan menjaga keseluruhan fungsi pada atomizer.


2. Kawat koil (Replacable Coil)


Kawat koil  merupakan selongsong yang berisi lilitan kawat pada bahan yang dapat menyerap. Kawat koil pada vape berfungsi untuk memanaskan liquid dan menghasilkan uap. Kawat koil sendiri perlu perhatian khusus, apabila sudah merasakan aroma gosong maka perlu dilakukan penggantian kawat koil dengan yang baru.


3. Atomizer


Atomizer adalah bagian pada vape sebagai tempat coil yang sudah dililit untuk memanaskan liquid vape agar menjadi uap.


4. Liquid atau Flavour


Liquid merupakan cairan yang digunakan pada vape untuk menghasilkan uap atau asap. Liquid vape umumnya dijual dalam kemasan botol 15 ml dan 30 ml dengan berbagai jenis dan varian rasa. Liquid vape mengandung nikotin, gliserin dan penambah rasa. Gliserin pada liquid vape digunakan untuk menghasilkan uap. Selain itu Propylene Glycol juga seringkali digunakan pada liquid untuk menebalkan uap dan dapat digunakan untuk melakukan trik vape yang membutuhkan uap/asap yang lebih banyak.


5. Mods


Mods merupakan komponen vape yang verfungsi sebagai cover penutup dan penampung baterai. Selain sebagai cover, mods memiliki memiliki feature tertentu umumnya mods vape dapat menampilkan temperature, daya baterai dan tegangan yang digunakan.



Zat yang terkandung dalam liquid vape


Di dalam liquid atau cairan vape terkandung beberapa zat atau senyawa seperti nikotin, propilen glikol (gliserin), dan penambah rasa.

1. Nikotin


Terdapat tiga jenis liquid yang dikelompokan berdasarkan kandungan nikotinnya yaitu kuat, sedang, dan e-juices yang tidak mengandung nikotin. Untuk kandungan nikotin yang tinggi berkisar 18-36 mg, jenis liquid ini umumnya digunakan untuk perokok berat yang mulai beralih ke vape. Nikotin medium dengan kandungan 9-16 mg yang diperuntukan bagi perokok kasual dengan konsumsi setengah sampai satu bungkus rokok per hari. Nikotin rendah dengan kandungan 6-0 mg yang diperuntukan bagi bukan perokok dan perokok ringan dengan konsumsi kurang dari setengah bungkus per hari.

2. Gliserin (Propilen Glikol)


Gliserin atau propilen glikol berfungsi untuk menghasilkan uap pada liquid vape. Beberapa penelitian menyatakan bahwa menghirup propilen glikol dapat menyebabkan resiko iritasi saluran pernapasan khususnya pada beberapa orang.

3. Penambah Rasa


Penambha rasa pada vape digunakan untuk menambahkan aroma serta sensasi dalam menghisap vape. Saat ini terdapat banyak sekali varian rasa yang terdapat pada liquid seperti rasa vanila, buah-buahan, cokelat dan bahkan beberapa rasa yang unik dan tidak biasa.


4. Zat lainnya berupa tobacco-specific nitrosamine (TSNA)


TSNA adalah senyawa karsinogen yang umumnya ditemukan pada tembakau. Kandunagn Nitrosamin dalam jumlah yang sedikit ditemukan pada liquid vape. Semakin tinggi kadar nikotin dalam liquid vape, maka akan semakin tinggi pula kandungan TSNA. Selain mengandung zat TSNA, liquid vape juga ditemukan kandungan beberapa senyawa logam seperti kromium, nikel, dan timah.



Jenis-Jenis Vape


Vape pada dasarnya memiliki banyak jenis dengan bentuk dan ukuran yang beragam. Namun terdapat tiga jenis vape yang paling populer dan banyak digunakan. Berikut ini merupakan jenis-jenis vape yang paling umum digunakan.

1. Jenis Pen

Vape pen
Vape pen

Vape jenis pen merupakan vape dengan ukuran yang kecil dibanding dengan jenis vape yang lain dan sesuai dengan namanya "Pen" yang menyerupai pena. Prinsip kerja vape jenis jenis pen pada dasarnya serupa dengan jenis vape lainnya, yaitu dengan memanaskan liquid untuk menghasilkan uap.


2. Vape Portable

vape portable
vape portable

Vape jenis portable memiliki bentuk yang lebih besar daripada vape jenis pen namun vape jenis ini masih dapat disimpan dalm kantung atau tas. Daya tahan baterai pada vape portable dapat bertahan 2 sampai 3 jam bahkan lebih.


3. Vape Dekstop 

desktop vape
desktop vape

Vape jenis dekstop memiliki bentuk yang relatif lebih besar daripada jenis vape lainnya dan tidak dapat di bawa. Vape desktop membutuhkan permukaan yang rata untuk menempatkannya dan memerlukan pasokan energi listrik yang konstan agar dapat berfungsi dengan baik. Karena energi listrik yang lebih stabil, maka vape desktop dapat menghasilkan rasa yang lebih tajam, panas yang lebih maksimal,  dan uap yang lebih banyak.






0 Response to "Roko Elektrik (Vape) : Pengertian, Jenis, Prinsip Kerja dan Jenisnya"

Post a Comment

ads

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel