Karakteristik dan Sifat Pelumas Mesin

karakteristik pelumas mesin
karakteristik pelumas mesin

Pelumas merupakan salah satu komponen penting dalam suatu mekanisme suatu mesin, khususnya pada mesin pembakaran dalam. Pelumas sendiri berfungsi meminimalisir gesekan yang terjadi secara langsung antar permukaan komponen yang bekerja pada siklus kerja yang tinggi dengan cara memberi lapisan film antara kedua permukaan komponen tersebut.

Perlunya pemahaman suatu sifat dan karakteristik suatu pelumas agar kita dapat mengetahui sifat serta kemampuan pelumasan pada pelumas tersebut. Berikut ini merupakan Sifat dan karakteristik dari pelumas.

1. Viskositas

Viskositas digunakan untuk mengukur seberapa tebal dan kental suatu fluida dalam kondisi tertentu, yang merupakan salah satu faktor terpenting yang harus dipertimbangkan dalam memilih pelumas. Viskositas dinyatakan dalam * cSt (Centistoke) atau SUS (Saybolt Universal Viscosity). Dapat dipahami bahwa viskositas tinggi berarti lebih kental dan lengket. Viskositas tidak digunakan untuk menentukan kualitas minyak. Jadi, memilih viskositas yang tepat untuk setiap aplikasi adalah penting.

2. Indeks Viskositas

Indeks Viskositas (VI) menunjukkan korelasi antara viskositas pelumas dan suhu. Nilai VI yang lebih tinggi menyiratkan sedikit perubahan viskositas sesuai dengan variasi suhu. Semakin tinggi VI, semakin stabil suhu, sehingga masa pakai oli semakin lama dan penggunaannya pun beragam.


3. Titik Nyala & Titik Api

Titik nyala adalah suhu terendah di mana uap yang dihasilkan oleh pemanasan terus-menerus pelumas dapat dinyalakan. Titik api adalah suhu terendah di mana bukan pengapian sesaat tetapi pengapian kontinu adalah mungkin. Umumnya titik api lebih tinggi dari titik nyala 20-30 derajat dan pelumas tidak dapat digunakan di lingkungan lebih tinggi dari titik api.


4. Pour Point

Jika suhu pelumas terus diturunkan, maka akan membentuk padatan berupa wax atau lilin yang terekstraksi menjadi padat. Suhu tepat sebelum fenomena ini adalah titik tuang atau pour point. Itu tidak berarti bahwa pelumas tidak dapat digunakan di lingkungan di bawah titik tuang. Namun karena fenomena ini dapat menurunkan efisiensi kerja, titik tuang harus dipertimbangkan terutama ketika memilih pelumas mesin yang akan digunakan pada kondisi lingkungan yang dingin.


5. Total Acid Numbr (TAN)

Total ACID Number (TAN) menunjukkan jumlah komponen asam yang terkandung dalam minyak dan jumlah KOH yang diperlukan untuk menetralkan komponen asam yang terkandung dalam 1 gram pelumas yang dinyatakan dalam mg. Semakin lama waktu pelumas yang digunakan dan semakin lama jarak tempuh, maka akan semakin tinggi komponen asam yang terkandung didalam pelumas, atau meningkatkan kadar TAN pada pelumas.


6. Total Base Number (TBN)

Total Base Number (TBN) menunjukkan jumlah komponen dasar yang terkandung dalam pelumas dan jumlah KOH yang diperlukan untuk menetralkan komponen dasar yang terkandung dalam 1 gram pelumas yang dinyatakan dalam mg. Semakin panjang waktu penggunaan pelumas dan semakin tinggi nilai TAN, maka akan semakin rendah nilai TBN yang terkandung dalam pelumas.


7. Stabilitas Oksidasi

Stabilitas oksidasi adalah kemampuan untuk mengurangi laju oksidasi pelumas yang dipercepat oleh suhu tinggi. Karakteristik ini sangat penting untuk mengidentifikasi masa pakai dan masa penyimpanan oli engine.






0 Response to "Karakteristik dan Sifat Pelumas Mesin"

Post a Comment

ads

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel