Pengertian Poisson Ratio Pada Bahan Material

Ketika suatu benda diregangkan (tarik) dalam satu arah, maka benda tersebut akan cenderung menjadi lebih tipis pada arah lateral. Dan jika benda tersebut dikompresi (tekan) dalam satu arah, maka benda akan cenderung menjadi lebih tebal pada arah lateral.

poissons ratio
poissons ratio

Rasio Poisson (Poisson Ratio) adalah rasio regangan kontraksi (transversal) dengan regangan ekstensi (memanjang) ke arah gaya regang. Deformasi tarik dianggap positif dan deformasi tekan dianggap negatif. Rasio Poisson memiliki nilai minus sehingga bahan normal memiliki rasio positif. Rasio Poisson, juga disebut koefisien Poisson, atau koefisien de Poisson, biasanya direpresentasikan sebagai huruf Yunani nu, v.

Secara sederhana poisson ratio dapat didefinisikan sebagai perbandingan antara regangan lateral dan aksial pada nilai mutlak.

Poisson Ratio

poisson ratio equation


Nilai poisson ratio (v) normalnya berkisar 0,25 - 0,35. Untuk nilai poisson ratio tertinggi adalah karet dengan nilai 0,5.  Sedangkan nilai poisson ratio terkecil adalah beton dengan nilai 0,1. Efek poisson ratio (v) yang dialami pada suatu bahan tidak akan memberikan tambahan tegangan, kecuali apabila deformasi melintang yang ditahan.

Misalnya pada sebuah baja dengan poisson ration 0,3. Hal tersebut berarti bahwa jika ada satu inci per inci deformasi ke arah tegangan yang diberikan, maka akan terdapat 0,3 inci per inci deformasi yang tegak lurus terhadap arah gaya yang diberikan.

Berikut ini merupakan nilai Poisson Ratio pada berbagai jenis bahan/material.

Nilai Poisson ratio pada berbagai bahan
Nilai Poisson ratio pada berbagai bahan






0 Response to "Pengertian Poisson Ratio Pada Bahan Material"

Post a comment

ads

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel