Dial Indicator : Fungsi, Jenis dan Cara Membaca Dial Indicator

 Pengertian dan Fungsi Dial Indicator

Dial indicator merupakan salah satu alat ukur yang banyak digunakan dalam industri khususnya dalam bidang mechanical dan maintenance untuk melakukan pengukuran dan pemeriksaan suatu benda atau mesin.

Dial Indicator atau Dial gauge adalah  alat ukur yang digunakan untuk mengukur atu memeriksa besarnya penyimpangan suatu bidang, mengukur kesejajaran permukaan, mengukur kerataan permukaan suatu benda dan masih banyak fungsi lainnya.

Dial indicator dapat digunakan sebagai pembanding (comparator). Pada dasarnya komparator merupakan alat ukur presesi yang digunakan untuk membandingkan hasil pengukuran benda kerja dengan pengukuran standar. Jika Indikator Dial indicator digunakan di semua peralatan pengukur untuk tujuan perbandingan, maka peralatan ini disebut Dial gauge.

Pada penggunaannya Dial Indicator harus dipasangkan dengan base atau Equipment lain. Sedangkan Akurasi dan ketelitian  dari dial indicator umumnya 0,01 mm hingga 0,001 mm, sesuai dengan jenis dan kegunannya.


Konstruksi dan Bagian-bagian Dial Indicator

Bagian-bagian Dial Indicato
Bagian-bagian Dial Indicator
Dial  Indikator  terdiri  atas banyak komponen yang saling berhubungan satu sama lain, namun secara umum terdapat empat komponen atau bagian utama pada dial indicator yaitu jarum panjang (Skala utama dial), Jarum penunjuk kecil (Revolution Counter), plunger serta serangkaian roda gigi dan pegas yang terdapat pada bagian dalam dal indicator. Berikut ini merupakan fungsi pada masing-masing komponen utama dial indicator tersebut.

1. Jarum Penunjuk Panjang (Skala utama dial)

Jarum panjang menunjukan nilai pengukuran apabila bagian plunger atau ujung dial tertekan oleh benda. Terdapat garis-garis pengukuran skala (dial graduation) yang menunjukan nilai pengukuran dengan tingkat ketelitian skala dial indicator sebesar 0,01 sampai 0,001 mm (tergantung jenis dial indicator) untuk setiap satu garis.

Jarum penunjuk ini dapat berputar ke kanan dan ke kiri, artinya posisi angka nol tidak selalu berada pada posisi atas dial, tetapi bisa diatur sesuai dengan posisi dial saat pengukuran benda, misalnya di samping atau di bawah.

2. Jarum penunjuk kecil (Revolution Counter)

Jarum penunjuk kecil atau Revolution Counter adalah skala yang menunjukan banyaknya revolusi atau putaran penuh yang dilakukan oleh jarum panjang dial indicator (dari nol ke nol). Terdapat garis pengukuran disertai dengan angka pada setiap garis skala yang menunjukan jumlah revolusi dari jarum panjang.

Pada dial indicator dengan ketelitian 0,01 mm, untuk setiap satu kali putaran penuh jarum panjang, maka jarum kecil akan menunjukan angka 1. Dimana jarak pengukuran untuk setiap satu kali revolusi jarum panjang sebesar 1 mm, seperti ditunjukan pada jarum penunjuk kecil.

3. Plunger (Bidang sentuh dial)

Plunger adalah komponen pada dial indicator yang berfungsi sebagai bidang sentuh dial indicator untuk menentukan besarnya penyimpangan yang diukur dari posisi awal plunger.

4. Roda Gigi dan Pegas

Roda gigi dan pegas merupakan salah satu komponen penting yang terdapat pada dial indicator yang berfungsi untuk memberikan output hasil pengukuran dengan menggunakan mekanisme dan rasio pergerakan plunger terhadap jarum penunjuk dial indicator.


Prinsip Kerja Dial Indikator

Berdasarkan jenisnya terdapat dua jenis dial indicator dengan prinsip kerja yang berbeda yaitu dial indicator gear pinion dan dial indicator lever mechanism.

1. Prinsip kerja Dial Indicator mekanisme gear pinion

Prinsip kerja Dial Indicator mekanisme gear pinion
Prinsip kerja Dial Indicator mekanisme gear pinion
Prinsip kerja dial indicator gear dan pinion adalah pergerakan Plunger akan dikonversi melalui rangkaian mekanisme gear dan pinion dengan rasio pergerakan antara plunger terhadap jarum penunjuk pada dial.

Lihat gambar mekanisme roda gigi dan pinion jenis Dial Indicator.

Plunger akan bergerak secara linier ketika melkukan pengukuran benda kerja. Dimana pada mekanisme plunger terdiri dari rak dan terhubung dengan pinion (P1) pada roda gigi (G1)

Roda gigi (G1) ini akan terhubung dengan rangkaian pinion (P2) dan roda gigi (G2) untuk menyesuaikan gerakan dan meningkatkan akurasi pengukuran.

Pinion terakhir (P3) dihubungkan pada Indikator atau jarum penunjuk, sehingga menunjukkan hasil pengukuran dial indicator pada skala utama.

2. Prinsip Kerja Dial Indicator Mekanisme Tuas (Lever)

Prinsip Kerja Dial Indicator Mekanisme Tuas (Lever)
Prinsip Kerja Dial Indicator Mekanisme Tuas (Lever)
Prinsip kerja dial indicator mekanisme tuas ini cukup sederhana, dimana plunger dan indikator dihubungkan langsung oleh tuas seperti yang ditunjukkan pada gambar dibawah ini.

Dalam mekanisme tuas Tipe sederhana, jarum indikator dihubungkan dengan sebuah tuas tunggal (AC) yang terhubung dan diputar pada titik B.


Cara Membaca Dial Indicator

Dial indicator tidak dapat digunakan secara langsung untuk mengukur atau memeriksa, namun membutuhkan kelengkapan dan alat oendukung yang  harus diatur  sedemikian rupa pada saat melakukan pengukuran dengan dial indicator. Kelengkapan dan peralatan pendukung yang digunakan disesuaikan dengan tujuan dan fungsi dari pengukuran tersebut, misalnya pengukuran misalignment dan pengukuran kedataran mesin menggunakan alat pendukung dial indicator yang berbeda. Selain itu, pada saat pengukuran Posisi dial indicator harus tegak lurus terhadap bidang benda kerja yang akan diukur. 

Dial indicator memiliki 2 skala pengukuran. Skala utama ditunjukan oleh jarum penunjuk besar yang terdiri dari  100 strip garis dan skala  yang kedua ditunjukan dengan pengukuran pada jarum yang  lebih  kecil. Pada skala pengukuran yang ditunjukan oleh jarum besar, untuk setiap garis bernilai 0,01 mm, ketika jarum panjang berputar dalam satu putaran penuh, maka skala pengukuran jarum kecil akan bergeser satu strip, dimana untuk satu strip garis memiliki ketelitian sebesar 1 mm. Oleh karena itu skala kecil pada dial merupakan penghitung jumlah putaran dari jarum panjang pada skala utama.

Contoh :

Suatu dial indicator digunakan untuk melakukan pengukuran, sehingga diperoleh hasil pengukuran berikut

jarum panjang pada skala utama bergerak  sejauh 15 strip

jarum pendek menunjukan pada skala 5

maka hasil pengukurannya adalah

Skala utama :

15 x 0,01 mm = 0,15 mm

skala kecil : 

5 x 1 mm = 5 mm

maka hasil pengukurannya adalah 0,15 mm + 5 mm = 5,15 mm.

Salah satu hal yang diperhatikan dalam menggunakan dial indicator adalah kondisi permukaan benda harus bersih, posisi spindel tegak lurus terhadap permukaan benda.


Jenis-Jenis Dial Indicator

Jenis dial indicator dibedakan berdasarkan bebeberapa faktor seperti ukuran, metode penggunaan, prinsip kerja, kegunaan dan beberapa faktor lainnya, berikut ini merupakan jenis-jenis dial indicator.

1. Balance reading Dial Indicator

2. Reversed Balance Dial Indicators

3. Reverse continuous Dial Indicators

4. Continuous Dial Indicators

5. Lever Dial Indicators

6. Prelinger Dial Indicators

7. Test Dial Indicators


Aplikasi dan Penggunaan Dial Indicator

Dial indikator digunakan dengan berbagai cara oleh para insinyur dan teknisi dalam bidang industri, Berikut ini merupakan  beberapa di antara aplikasi serta kegunaan dial indicator.

1. Dial Indicator digunakan untuk menyelaraskan benda kerja di mesin (Align). Seperti untuk EDM (electrical discharge machining), mesin gerinda, mesin bubut, dan mesin milling.

2. Dial Indicator dapat digunakan untuk memeriksa runout dari spindel pada alat di mesin.

3. Dial indicator dapat mensejajarkan benda kerja pada perlengkapan putaran.

4. Dial indicator digunakan untuk mengukur kekasaran permukaan suatu benda.

5. Dial Indicator dapat digunakan untuk mengukur garis perpisahan pada cetakan injeksi (injection molding).

6. Dial indicator efisien digunakan untuk mengukur perbedaan ketinggian pada permukaan pelat (surface plate).

7. Dial indicator juga sangat efisien digunakan untuk menyelaraskan perlengkapan pada mesin milling 5 sumbu.

8. Dial indicator digunakan untuk memeriksa ketepatan benda kerja pada mesin gerinda.


Kelebihan dan Kekurangan Dial Indicator

Dalam suatu instrument pengukuran seringkali terdapat kelebihan serta batasan atau kekurangan dalam penggunaannya. Khususnya dalam dial indicator yang merupakan alat ukur jarak dengan ketelitian sangat tinggi yang memiliki kelebihan dan kekurangan. Berikut ini merupakan kelebihan dan kekurangan dial indicator.

A. Kelebihan Dial Indicator

1. Dial indicator adalah alat yang cukup handal dalam melakukan pengukuran secara linier.

2. Dial indicator sangat efisien untuk menjamin kualitas benda kerja.

3. Karena toleransi dial indicator yang kecil, sehingga ukurannya sangat kompak dan dapat digunakan dengan baik dalam produksi massal.

4. Dial Indicator berguna dalam kontrol dimensi.

5. Dial indicator digunakan untuk mengukur beberapa deviasi dengan menyelaraskan beberapa attachment lainnya.


B. kekurangan Dial Indicator

1. Ketepatan pengukuran dial indicator dapat terganggu karena getaran.

2. Keterbatasan ruang pengukuran pada suatu sudut dapat menyebabkan menyebabkan hilangnya kepresisian alat pengukur.





Referensi :

https://learnmechanical.com/

https://extrudesign.com/

https://learnmech.com/

0 Response to "Dial Indicator : Fungsi, Jenis dan Cara Membaca Dial Indicator"

Post a comment

ads

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel