Kekasaran Permukaan dan Konfigurasi Permukaan Pada Gambar Teknik

Kekasaran Permukaan Pada Proses Manufaktur

Kekasaran permukaan pada bagian komponen mesin atau benda yang dihasilkan oleh suatu pengerjaan merupakan salah satu faktor penting untuk menjamin kualitas dan mutu benda yang dihasilkan. Kofigurasi permukaan pada benda kerja perlu dilakukan khususnya pada benda atau komponen yang membutuhkan pengerjaan akhir dengan kriteria tertentu agar kualitas benda kerja dapat diterima.

Jika kita melihat bagian permukaan pada komponen mesin atau benda tertentu dalam skala mikro, maka akan terlihat bahwa permukaannya memiliki bentuk kompleks yang terdiri dari serangkaian ketidakrataan permukaan yang membentuk ketinggian, kedalaman, dan jarak yang berbeda-beda. Beberapa proses manufaktur seperti pengecoran, pembubutan, pengeboran, metal casting, penempaan dan beberapa proses manufaktur lainnya berdampak pada hasil akhir permukaan benda kerja. Dalam proses pemesinan, interaksi antara tepi tajam pada pahat dan struktur mikro dari material benda yang dipotong berkontribusi pada hasil akhir permukaan benda kerja yang terbentuk. 

kekasaran permukaan
kekasaran permukaan


Parameter dan Standar Kekasaran Permukaan

Kekasaran permukaan umumnya diukur dengan alat berupa stylus dengan cara melintasi permukaan yang akan diukur nilai kekasarannya. Hasil pengukuran nilai kekasaran permukaan umumnya dinyatakan dalam "Ra". Ra juga dikenal sebagai Arithmetic Average (AA) atau Center Line Average (CLA). Ra adalah rata-rata kekasaran di daerah antara profil kekasaran permukaan dan garis rata-rata permukaan pada benda. Secara grafis, Ra adalah kekasaran rata-rata dan merupakan nilai rata-rata aritmatika dari deviasi di atas dan di bawah garis tengah dibagi dengan panjang evaluasi. atau. Nilai Ra biasanya diukur dalam satuan mikrometer. Standar ISO menggunakan istilah CLA (Center Line Average).Panjang evaluasi biasanya lima panjang sampel di mana setiap panjang sampel sama dengan satu panjang cutoff.

Ra merupakan parameter kekasaran permukaan yang paling umum digunakan dalam permukaan akhir benda kerja karena sangat mudah untuk mengambil nilai absolut dari sebuah sinyal dan mengintegrasikan sinyal tersebut menggunakan perangkat elektronik analog, sehingga nilai Ra dapat diukur dengan instrumen yang tidak memiliki sirkuit digital.

Meskipun nilai Ra adalah nilai rata-rata kekasaran pada permukaan, tetapi nilai ini tidak membedakan antara puncak dan lembah pada permukaan. Profil atau bentuk kekasaran permukaan yang sangat berbeda dapat memiliki nilai Ra yang sama. Oleh karena itu dalam spesifikasi teknis khusus, membutuhkan parameter batas atas dan batas bawah sering ditemukan pada saat pemeriksaan. Untuk persyaratan yang ditentukan oleh batas atas parameter, permukaan dianggap dapat diterima jika tidak lebih dari 16% dari semua nilai terukur dari parameter yang dipilih. Semakin kompleks bentuk permukaannya maka akan semakin kritis fungsi permukaannya maka perlu untuk mengukur parameter di luar Ra untuk mendapatkan nilai kekasaran permukaan yang lebih detail. Berikut ini merupakan beberapa contoh benda dengan nilai Ra yang relatif sama namun dengan bentuk kekasaran yang berbeda.



Tingkat kekasaran permukaan dikategorikan berdasarkan grade mulai dari N1 sampai dengan N12 menurut ISO 1302:1992. Dimana Satuan Ra yang digunakan dapat berupa micrometer atau microinches.

Tabel Tingkat Kekasaran Permukaan
Tabel Tingkat Kekasaran Permukaan

Konfigurasi Permukaan dan Simbol Kekasaran Permukaan

Persyaratan kekasaran permukaan yang ditunjukkan pada gambar teknik dengan beberapa varian simbol yang masing-masing memiliki arti tertentu. Simbol dasar terdiri dari dua garis lurus dengan panjang tidak sama dengan kemiringan 60° ke garis yang mewakili permukaan yang dipertimbangkan. Simbol dasar kekasaran permukaan tidak boleh digunakan sendiri tanpa informasi pelengkap yang jelas.

Jika terdapat persyaratan pelengkap untuk karakteristik kekasaran permukaan, maka garis harus ditambahkan ke lengan yang lebih panjang dari salah satu simbol. Berikut ini beberapa jenis simbol dasar pengerjaan pada permukaan benda kerja.

dapat dikerjakan semua proses manufaktur

Simbol yang menunjukan permukaan yang dapat dikerjakan semua proses manufaktur misalnya, pembubutan, pengeboran, pelapisan, penempaan dan lain sebagainya.

menghilangkan material dengan pemesinan

Simbol yang menunjukkan suatu permukaan yang membutuhkan proses yang diperoleh dengan menghilangkan material dengan Operasi pemesinan misalnya Pembubutan, pengeboran, frais dan slotting.

tidak dianjurkan menghilangkan material permukaan

Simbol yang menunjukkan permukaan tanpa proses menghilangkan material pada permukaan.


Posisi persyaratan pada konfigurasi permukaan

Untuk memastikan bahwa konfigurasi permukaan pada gambar tidak ambigu, selain adanya indikasi parameter pengerjaan pada tekstur permukaan dan nilai numeriknya. maka diperlukan persyaratan tambahan, misalnya panjang pengambilan sampel, proses pembuatan, orientasi dan peletakan permukaan serta proses permesinan yang diizinkan. Oleh karena itu perlu untuk menyiapkan persyaratan untuk beberapa parameter konfigurasi dan kekasaran untuk memastikan sifat fungsional permukaan yang tepat. Berikut ini merupakan letak atau posisi parameter dan persyaratan pada konfigurasi kekasaran permukaan.

Konfigurasi kekasaran permukaan
Konfigurasi kekasaran permukaan


Keterangan :

1. Posisi a (Tekstur permukaan tunggal)

    Menunjukan parameter tekstur permukaan, nilai batas numerik dan panjang sampling.

2. Posisi b (Persyaratan tekstur permukaan ganda)

    Menunjukkan Indikasi parameter kedua dan selanjutnya saat beberapa parameter                     diperlukan dalam konfigurasi permukaan.

3. Posisi c (Metode pembuatan)

    Munjukkan metode pembuatan, perawatan, pelapisan atau persyaratan lain dalam proses        manufaktur untuk menghasilkan permukaan.

4. Posisi d (Simbol hasil pengerjaan dan orientasi)

   Menunjukan simbol yang mengidentifikasi orientasi pada permukaan hasil pengerjaan,            misalnya ("=", "X", "M").

5. Posisi e (Pemesin yang diperlukan)

    Menunjukan proses pemesinan yang diperlukan. jika dibutuhkan, maka diberi nilai numerik     dalam milimeter.


Simbol Arah hasil Pengerjaan (Surface Lay)

Simbol Arah hasil Pengerjaan atau Surface Lay berasal dari proses manufaktur, misalnya jejak yang ditinggalkan oleh alat pada permukaan benda yang dapat ditunjukkan dalam simbol lengkap sesuai standar. Berikut ini simbol arah hasil pengerjaan pada permukaan benda.

Parallel

Menunjukan arah hasil pengerjaan yang sejajar terhadap bidang proyeksi permukaan.


Prependicular
Menunjukan arah hasil pengerjaan yang tegak lurus terhadap bidang proyeksi permukaan.

Cross

Menunjukan arah hasil pengerjaan yang saling berpotongan (diagonal) dalam dua arah terhadap bidang proyeksi permukaan.


Multi directional.jpg
Menunjukan arah hasil pengerjaan yang saling membelit dari segala arah bidang proyeksi permukaan.


Approx circular
Menunjukan arah hasil pengerjaan yang berupa lingkaran konsentris relatif berdasarkan titik pusat permukaan.


Approx radial
Menunjukan arah hasil pengerjaan yang berupa radial relatif relatif berdasarkan titik pusat permukaan.





referensi :

https://www.cnccookbook.com/

https://isofinishing.com/

http://tolerancing.net/

https://www.keyence.com/

0 Response to "Kekasaran Permukaan dan Konfigurasi Permukaan Pada Gambar Teknik"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel