Penggunaan Tegangan Tinggi Pada Transmisi Tenaga Listrik Jarak Jauh

Transmisi listrik tegangan tinggi
Transmisi listrik tegangan tinggi
Apakah kalian pernah bertanya-tanya, mengapa sistem transmisi jarak jauh tenaga listrik menggunakan tegangan tinggi ?, yang mana kita tahu listrik tegangan tinggi sangat berbahaya dan mengapa tidak menggunakan listrik bertegangan rendah sebagai sistem transmisi yang relatif lebih aman dibandingan listrik tegangan tinggi. Berikut ini merupakan penjelasana mengenai hal tersebut.

Untuk menjawab pertanyaan tersebut bisa menggunakan persamaan berikut :

P = V x I

Dimana : 
V = Tegangan (volt)
P = Daya (watt)
I  = Arus (ampere)

Contoh Kasus :

Daya listrik sebesar 5 MW ditranmisikan menggunakan kawat penghantar dengan hambatan sebesar 0,01 ohm, hitunglah besarnya daya listrik yang hilang oleh tranmisi tersebut apabila menggunakan tegangan yang berbeda :

a. Tegangan 220 Volt
b. Tegangan 500 KVolt


Penyelesaian :

a. Tegangan 220 Volt

P = V x I

5 x 10Watt = 220 Volt  x I

Maka arus yang mengalir pada transmisi sebesar :

I = 22.727 A

Jadi arus yang mengalir pada kawat penghantar untuk kebutuhan daya sebesar 5 MW dengan tegagan 220 volt adalah 22.727 A sehingga dapat dihitung besarnya Power Losses (rugi-rugi daya) pada kawat penghantar sebagai berikut :

Power Losses = I2 x R

Power Losses = 22.727 A x 0,01 ohm

Power Losses = 5,165 MW

Berdasarkan perhitungan diatas, pada  tegangan 220 V terjadi rugi-rugi daya (losses) sebesar 5,165 MW, dan terlihat lebih besar daripada kebutuhan daya awal sebsar 5 MW.


b. Tegangan 500 KVolt

P = V x I

5 x 10Watt = 500 x 10Volt x I

I = 10 A

Jadi arus yang mengalir pada kawat penghantar untuk kebutuhan daya sebesar 5 MW dengan tegagan 500 KVolt adalah 22.727 A sehingga dapat dihitung besarnya Power Losses (rugi-rugi daya) pada kawat penghantar sebagai berikut :

Power Losses = I2 x R

Power Losses =  10 A x 0,01 ohm

Power Losses =  1 Watt

Berdasarkan hasil perhitungan di atas dapat terlihat bahwa apabila tegangan dinaikkan menjadi tegangan tinggi maka rugi-rugi daya (power losses) akan semakin kecil. Apabila sistem transmisi tenaga listrik langsung menggunakan tegangan rendah maka rugi-rugi daya yang terjadi menjadi besar dan tidak efisien dikarenakanakan arus listrik yang mengalir semakin besar sehingga menimbulkan rugi-rugi atau power losses berupa panas pada kawat penghantar akibat muatan arus listrik yang berlebih.

Meskipun lebih berbahaya tegangan tinggi pada transmisi listrik sangat bermanfaat untuk mengurangi rugi-rugi atau power losses pada saat mentransmisikan energi listrik. Akan tetapi resiko dari penggunaan tegangan tinggi pada transmisi llistrik dapat dikurangi dengan perlengkapan safety yang memadai dan dilakukan peninjauan lebih lanjut terkait dengan pembangunan sistem transmisi tenaga listrik.

0 Response to "Penggunaan Tegangan Tinggi Pada Transmisi Tenaga Listrik Jarak Jauh"

Post a Comment

ads

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel