Penyebab dan Dampak yang Tejadi Akibat Misalignment Pada Poros

Penyebab dan Dampak yang Tejadi Akibat Misalignment Pada Poros
Penyebab dan Dampak yang Tejadi Akibat Misalignment Pada Poros

Masalah getaran yang terjadi pada mesin diperkirakan 50 hingga 70 persen disebabkan oleh ketidaksejajaran poros atau misalignment. Komponen yang berputar sering mengalami peristiwa misalignment misalnya seperti pompa dan motor.

Misalignment dapat menyebabkan daya yang digunakan menjadi terbuang, mempercepat keausan beberapa komponen, dan bahkan dapat berpotensi menimbulkan insident yang merugikan seperti kegagalan peralata maupun kecelakaan kerja.

Oleh karena itu dengan memahami penyebab, dampak serta cara mengidentifikasi misalignment pada poros, diharapkan dapat mengurangi serta megantisipasi dampak yang merugikan.

Mendeteksi Terjadinya Misalignment

Misalignment yang terjadi pada poros mesin berputar dapat dideteksi dengan beberapa parameter. Beberapa metode identifikasi misalignment tersebut termasuk kedalam program pemeliharaan preventif pada mesin. Berikut ini beberapa indikasi serta parameter terjadinya misalignment yaitu.

1. Frekuensi getaran poros yang meningkat
2. Peningkatan temperatur bantalan yang tidak wajar
3. Terjadi Kebisingan
4. Keausan pada bantalan
5. Keausan pada kopling


Penyebab Misalignment

Terdapat banyak penyebab misalignment yang terjadi pada poros. Untuk memastikan suatu proses kerja suatu alat atau industri berjalan dengan baik, perlunya menganalisa serta mengatasi berbagai macam kemungkinan yang dapat menyebabkan misalignment pada poros. Berikut ini adalah penyebab misalignment yang paling umum dan banyak ditemukan.

1. Gerakan Relatif

Peningkatan termal pada alat yang beroperasi dapat menimbulkan ekspansi atau pemuaian pada alat tersebut, sehingga dapat menyebabkan suatu alat atau komponen bergerak secara proporsional pada komponen yang lain dan menyebabkan gerakan relatif yang tidak selaras. 
Suatu komponen yang terdiri atas material yang berbeda dapat terjadi laju pemuaian yang berbeda ketika mengalami peningkatan termal. Oleh karena itu untuk mengantisipasi Peningkatan termal harus diperhitungkan dengan baik khususnya pada peralatan yang beroperasi di atas suhu normalnya.

2. Settling

Seiring dengan berjalannya waktu dan siklus kerja yang terjadi secara kontinyu, pelat dasar atau fondasi suatu mesin dapat turun pada pada posisi yang lebih rendah dari settingan awalnya, sehingga menyebabkan terjadinya ketidakselarasan antara poros (misalignment).

3. Soft Foot

Soft Foot adalah suatu masalah yang terjadi pada kaki-kaki mesin (machinery feet) dimana terjadi ketidaksamaan jarak antara kaki-kaki terhadap fondasi mesin (machinery fondation). Pada kondisi tersebut kaki mesin tidak dapat menopang beban yang sama karena adanya kontak antara kaki mesin dengan permukaan fondasi yang tidak menyentuh dengan benar, misalnya seperti kaki mesin bengkok, mengantung, miring dan lain sebagainya. Hal tersebut perlu diperhatikan dengan baik, karena pada kondisi soft foot dapat menyebabkan terjadinya misalignment pada mesin.

4. Gerakan Torsional

Torsi tinggi awal yang terjadi selama mesin mulai dinyalakan (startup) dapat memaksa poros menjadi tidak sejajar, dan menyebabkan terjadinya misalignment akibat gerakan torsional.

5. Masalah pada kopling

Karena kondisi kopling yang tidak baik dan pemasangnnya yang kurang tepat, dapat membuat sambungan poros kopling menjadi terdistorsi, sehingga dapat menyebabkan misalignment pada poros.

6. Kesalahan Manusia (Human Error) 

Kesalahan dalam prosedur intalasi alat maupun tidak melakukan prosedur alignment pada alat dengan baik dapat menyebabkan misalignment pada poros yang berakibat fatal. Oleh karena itu perlunya prosedur pemasangan dan pemahaman yang baik tehadap alat yang akan dipasang.


Dampak yang Terjadi Akibat Misalignment

Ketidaksejajaran atau misalignment pada suatu komponen mesin dapat mengganggu kinerja mesin bahkan dapat merugikan baik secara materil maupun keselamatan. Dampak yang terjaddi akibat kondisi misalignment tentu sangat merugikan. Agar dapat memahami dampak akibat misalignment, berikut ini dampak dan kerugian yang terjadi akibat misalignment.

1. Getaran Berlebih

Misalignment adalah salah satu penyebab utama terjadinya getaran atau vibrasi pada alat dan mesin. Karakteristik getaran yang signifikan yang diseabkan oleh misalignment berada pada arah radial dan aksial.

2. Kebisingan

Serupa dengan getaran, kebisingan dideteksi dengan memperhatikan perubahan suara pada mesin selama operasi berlangsung. Komponen atau mesin yang mengalami misalignment cenderung akan menghasilkan intesitas suara yang meningkat dibangingkan kondisi kerja normal. Kebisingan yang terjadi akibat misalignment tentu sangat menggagu khusunya bagi operator yang mengoperasiakn alat atau mesin.

3. Mengurangi Produksi

Karena mesin yang tidak bekerja dengan baik Misalignment dapat mengurangi performa dan masa pakai komponen. Dengan masa pakai yang lebih rendah, peralatan akan membutuhkan perawatan yang membutuhkan banyak waktu, sehingga mengurangi waktu produksi yang tersedia.

4. Kualitas Produk yang Buruk

Misalignment dapat berpengaruh terhadap kualitas produk akibat proses produksi yang tidak sesuai dengan standar dan menghasilkan produk yang kurang baik atau bahkan dapat merusak produk.

5. Biaya Perawatan Lebih tinggi

Kegagalan operasi yang disebabkan oleh misalignment akan meningkatkan biaya pemeliharaan yang tidak direncanakan sebelumnya. Karena biaya pemeliharaan yang meningkat, sehingga berimbas langsung pada peningkatan pengeluaran operasional dan inventaris suku cadang.

6. Pengurangan Keuntungan

Karena proses produksi yang tidak berjalan dengan baik dan biaya perawatan yang tidak terduga, sehingga lebih banyak uang yang harus dihabiskan. Ditambah lagi dengan proses produksi yang lebih rendah, oleh karena itu misalignment dapat mengurangi keuntungan atau profitabilitas.




Referensi :
https://www.techtransfer.com/
https://www.myodesie.com/

0 Response to "Penyebab dan Dampak yang Tejadi Akibat Misalignment Pada Poros"

Post a Comment

ads

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel