Mengenal Proses Kondensasi dan Contoh Kondensasi

 Apa itu Kondensasi ?

Kondensasi adalah peristiwa perubahan wujud gas atau uap air menjadi wujud cair. Perubahan pada proses kondensasi disebabkan oleh pengaruh tekanan dan suhu zat.

kondensasi
Kondensasi

Bagaimana Proses Terjadinya Kondensasi

Kondensasi adalah suatu fenomena yang tanpa kita sadari terjadi disekitar kita. Salah satu contohnya pada saat kita bernafas di depan cermin maka permukaan kaca akan mengembun karena udara hangat yang kita hembuskan pada permukaan kaca. Contoh lainnya yaitu ketika kita meletakan gelas kaca berisi minuman dingin maka beberapa saat kemudian akan terbentuk embun dan titik air pada permukaan luar gelas. Bagaimana proses tersebut terjadi dan dari mana asalnya butiran air ini?. Berikut penjelasannya.

Peristiwa tersebut merupakan beberapa contoh fenomena kondensasi di sekitar kita. Secara sederhana kondensasi adalah proses berubahnya uap air menjadi menjadi air cair. Seperti materi lainnya, air tersusun dari molekul. Dalam wujud uap, molekul air bergerak lebih cepat dan berjauhan antar molekul lainnya. Ketika uap air dipengaruhi oleh suhu yang lebih rendah, maka molekul-molekul air akan bergerak lebih lambat dan lebih dekat antar molekul satu sama lain. Ketika mencapai tingkat ambang batas energi, maka uap air (vapor) berubah menjadi cair (liquid).

Proses kondensasi merupakan kebalikan dari proses penguapan. Dimana pada proses penguapan terjadi perubahan wujup cair menjadi gas atau kebalikan dari proses kondensasi. Fenomena penguapan dan kondensasi banyak dimanfaatkan dalam berbagai macam aplikasi seperti proses pembangkit listrik tenaga uap, pendingin udara, pengolahan minyak dan berbagai macam aplikasi lainnya.

Kondensasi dapat terjadi dengan salah satu dari dua cara yaitu udara didinginkan hingga titik embunnya (dew point) atau menjadi sangat jenuh (saturated) dengan uap air sehingga tidak dapat menahan air lagi.

Titik Embun (Dew Point)

Titik embun atau Dew point adalah suhu saat terjadi proses kondensasi atau pengembunan. Embun adalah air yang terkondensasi di atmosfer. Suhu udara dapat mencapai atau berada di bawah titik embun (dew point) secara alami, misalnya pada malam hari beberapa benda atau objek seperti rumput, mobil, dan tembok rumah dan menghasilkan tetesan air pada pagi hari.

Peristiwa Kondensasi dapat menghasilkan tetesan air pada permukaan bagian luar kaleng soda atau gelas berisi air dingin. Ketika udara hangat menyentuh permukaan dengan temperatur yang lebih rendah, maka uap air tersebut akan mencapai titik embunnya dan menghasilkan tetesan air pada permukaannya.

Kejenuhan (Saturation)

Awan yang seringkali kita lihat merupakan sekumpulan tetesan air di atmosfer. Molekul dalam uap air berjauhan satu sama lain karena lebih banyak uap air yang terkumpul di awan, namun bisa menjadi jenuh dengan uap air. Awan jenuh tidak bisa menahan uap air lagi ketika kepadatan antar molekul-molekul meningkat. Sehingga uap air tersebut mengembun dan menjadi hujan.

Udara dingin menahan uap air lebih sedikit daripada udara yang lebih hangat. Oleh karena itu mengapa iklim hangat seringkali memiliki kelembaban yang lebih tinggi daripada iklim dingin. Pada iklim panas uap air tetap berada di udara sedangkan pada Iklim dingin uap air cenderung terkondensasi dan menjadi hujan, karena uap air lebih mudah mengembun pada temperatur yang lebih rendah.


Contoh Kondensasi Dalam Kehidupan Sehari-hari

Kondensasi adalah peristiwa yang dapat dengan mudah kita temukan di sekitar kita. Berikut ini merupakan beberapa contoh fenomena kondensasi yang lebih umum adalah :

1. Embun pagi

Embun yang kita jumpai di pagi hari terbentuk dari proses kondensasi Ketika kelembapan di udara mengembun atau terkondensasi pada permukaan rerumputan yang menjadi dingin pada saat malam hari.

2. Tetesan air pada permukaan kaleng dan gelas

Permukaan yang dingin pada kaleng atau gelas menyebabkan uap air yang terdapat pada udara luar terkondensasi pada bagian permukaan luar kaleng.

3. Kaca depan mobil berkabut.

Udara di dalam mobil yang mengandung kelembapan atau uap air yang diperoleh dari proses pernafasan dan tubuh penumpang. Dengan kelembapan yang cukup, dan temperatur kaca depan yang cukup rendah, maka uap air di dalam mobil akan mengembun seperti tetesan yang mengaburkan permukaan kaca.

4. Proses Awan Menjadi Hujan

Awan yang terdapat di langit merupakan sekumpulan uap air yang dihasilokan dari proses penguapan air yang terdapat di permukaan bumi. Ketika udara disekitar awan lebih rendah atau dingin maka awan atau uap air yang terkumpul tersebut akan terkondensasi menjadi titik-titik air yang kita kenal dengan hujan.




Referensi :
https://sciencing.com/
https://biologydictionary.net/condensation/
https://www.usgs.gov/special-topic/
https://www.yourarticlelibrary.com/
https://www.nationalgeographic.org/
https://www.toppr.com/

0 Response to "Mengenal Proses Kondensasi dan Contoh Kondensasi"

Post a comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel