Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Ads

Rafter Pada Konstruksi Rangka Atap : Pengertian, Jenis, Fungsi dan Kegunannya

Dalam konstruksi dan struktur  rangka atap terdiri dari beberapa bagian elemen yang saling terhubung untuk membentuk sebuah kesatuan. Salah satu elemen penting dalam memberikan dukungan struktural pada konstruksi rangka atap adalah rafter.

Struktur Rafter Atap

Pengertian Rafter

Rafter adalah elemen yang membentuk struktur rangka atap yang membentang dari daerah puncak atap (Ridge) hingga ke bagian tepi atap yang terhubung pada dinding dengan kemiringan sudut tertentu. Rafter digunakan untuk menopang beban pada area atap dan merupakan elemen penting pada konstruksi rangka atap yang berkontribusi pada kekuatan, kestabilan, dan fungsionalitas struktur rangka atap pada bangunan.


Jarak dan ukuran rafter tergantung pada berbagai faktor, seperti jenis bahan atap, kode bangunan setempat, dan beban yang harus ditanggung oleh atap. Tergantung pada desain atap yang spesifik, rafter dapat dirancang dalam berbagai bentuk, seperti segitiga atau trapesium.


Fungsi dan Kegunaan Rafter Pada Konstruksi Rangka Atap

Dalam konstruksi rangka atap, rafter memiliki beberapa fungsi utama dan kegunaan. Berikut adalah beberapa fungsi dan kegunaan rafter pada konstruksi atap secara umum.

1. Menopang Beban Atap

Fungsi utama rafter pada struktur atap adalah menopang beban yang bekerja pada atap seperti genteng, rangka atap, atau bahan atap lainnya. Penggunaan rafter bertujuan untuk mendistribusikan beban-beban tersebut dengan secara merata ke seluruh struktur bangunan, termasuk pada balok penyangga atau dinding bangunan.

2. Mendukung kekuatan dan kestabilan bentang atap

Rafter membentang dari ujung atap ke ujung lainnya, sehingga membentuk kerangka yang berfungsi memberikan dukungan struktural pada struktur rangka atap. Oleh karena itu rafter membantu menjaga kekuatan dan kestabilan pada struktur atap.

3. Mengatur arah aliran air hujan

Rafter juga berperan penting dalam mengarahkan aliran air hujan dari atap menuju ke sistem saluran pembuangan air atau talang. Dengan membentuk sudut  kemiringan dan arah yang tepat, rafter dapat mencegah genangan air pada atap.

4. Membentuk struktur atap

Rafter membantu menentukan bentuk dan konfigurasi struktural pada atap. Dimana konfigurasi sudut kemiringan rafter pada rangka atap membentuk variasi jenis atap seperti atap datar, atap tunggal, arap mansard, atap gable, dan atap kubah. Dalam hal ini, rafter berfungsi menciptakan estetika dan karakteristik visual pada atap bangunan.

Beberapa Fungsi dan kegunaan pada rafter tersebut dapat bervariasi tergantung pada desain atap, jenis bangunan, dan persyaratan teknis struktural. Namun, pada umumnya, rafter berfungsi untuk menyediakan struktur yang kokoh dan fungsional pada struktur rangka atap bangunan.


Perencanaan dan Desain Rafter Pada Konstruksi Atap

Perencanaan dan desain rafter bergantung pada berbagai macam faktor diantaranya yaitu besarnya beban yangharus ditopang, jangkauan rafter, dan jarak antar rafter. Rafter harus dirancang sedemikian rupa dengan bentuk penampang dan ukuran yang tepat untuk memastikan bahwa rafter cukup kuat dan berfungsi dengan baik untuk menopang beban pada atap. Bentuk penampang yang paling umum dan banyak digunakan pada rafter adalah bentuk persegi atau persegi panjang, tetapi terdapat pula beberapa bentuk penampang lain seperti bentuktrapesium atau lingkaran. Ukuran rafter yang ditentukan oleh jangkauan dan beban yang harus ditopang, oleh karena itu untuk jangkauan yang lebih panjang atau beban yang lebih berat diperlukan ukuran rafter yang lebih besar.

Desain rafter juga dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor lain, seperti jenis bahan atap yang digunakan, jenis atap dan kondisi lingkungan setempat. Selain bentuk, ukuran, dan jarak rafter, faktor lain yang menjadi pertimbangan dalam perancangan rafter yaitu jenis sambungan yang digunakan untuk menghubungkan antara rafter dengan ridge dan dinding.


Jenis-Jenis Rafter Pada Atap Bangunan

Konstuksi rangka atap dapat menggunakan bahan kayu atau baja. Pada struktur rangka atap baja banayk digunakan dalam konstruksi di mana struktur yang didukung langsung oleh kolom-kolom dan tiang baja. Sedangkap pada strukur rangka atap kayu lebih sering digunkana dalam konstruksi rumah tinggal, bangunan kecil atau struktur lain yang lebih kecil. Khususnya pada struktur rangka atap kayu terdiri dari beberapa jenis rafter dengan fungsi yang lebih spesifik, beriku ini jenis rafter pada struktur rangka atap bangunan seperti pada gambar berikut.

Jenis Rafter

1. Rafter Standar

Rafter ini terpasang membentang dari dinding luar hingga puncak atap atau ridge. Rafter ini digunakan untuk menghitung tinggi ridge yang harus terpasang.

2. Rafter Hip

Rafter Hip adalah rafter yang terpasang secara diagonal antara puncak atap dan bagian sudut dinding dan membentuk pinggiran pada atap. Berbeda dengan rafter atap biasa yang terpasang tegak lurus dengan puncak atap, Rafter hip terhubung ke puncak atap dengan membentuk sudut 45 derajat.

3. Rafter Jack

Rafter Jack adalah rafter dengan ukuran yang lebih pendek yang membentang dari bagian atas dinding dan bersinggungan langsung atau terpasang dengan rafter hip diagonal yang terpasang.

4. Rafter Valley

Rafter Valley adalah rafter yang terletak pada sambungan yang menghubungkan puncak atap dengan dinding pada pertemuan dua sisi atap yang condong secara tegak lurus satu sama lain.

 

Itulah pembahasan dan uraian singkat seputar rafter pada konstruksi rangka atap yang meliputi pengertian rafter, perancangan dan desain rafter serta fungsi dan kegunaan rafter pada rangka atap. Semoga dapat menambah wawasan dan referensi bagi pembaca.





Referensi :
https://structville.com/
https://theconstructor.org/
https://www.letsbuild.com/
https://gharpedia.com/
https://www.engineeringcivil.com/

Post a Comment for "Rafter Pada Konstruksi Rangka Atap : Pengertian, Jenis, Fungsi dan Kegunannya"